Menggali Sejarah Negeri Matahari Terbit di Nikko

Nama Nikko mungkin masih asing di kuping, tapi kata orang Jepang "Never say kekkou until you've seen Nikko". Ini bikin penasaran sih, karena ngeliat cuplikan foto-foto trip ke Jepang yang di-shared para travel blogger udah cakep-cakep, apalagi Nikko yang konon menyimpan banyak banget sejarah negeri Matahari Terbit ini ya? Oh ya, kekkou dalam bahasa Jepang artinya magnificent. Makin menguatkan banget niat mengunjungi Nikko *lap iler*.

Nikko, distrik kecil di Prefektur Tochigi yang berjarak 140 KM dari Tokyo, sepertinya tujuan asyik buat liburan. Menelusuri info tentang Nikko melalui Google, berhamburan sejumlah destinasi budaya eksotis yang menarik buat dikulik. Selain kuil bersejarah, Nikko juga memiliki wisata alam dan pertunjukan tradisional Jepang di jaman Edo. Berasa masuk mesin waktu ya?

Apa saja yang bisa dieksplorasi di Nikko, ini cuma secuil di antaranya: 

Toshogu

Di antara kuil-kuil yang bertebaran di Jepang, Toshogu adalah yang terbesar dan diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Didirikan pada 1617 sebagai penghargaan kepada Tokugawa Ieyesa, di salah satu bagian kuil terdapat ukiran Three Wise Monkey yang mengandung makna "see no eil, hear no evil, speak no evil". Filosofis banget ya? Tapi, Toshogu bukan cuma itu lho. Ada Yakushido-Hall yaitu The Hall of Medicine Budha, yang di atapnya ada lukisan naga. Wah sebagai pemilik akun @nagacentil musti banget ya ngelihat langsung? Kemudian ada juga Yomei-mon Gate yang dihiasi 400 ukiran. 

Toshogu bisa dikunjungi setiap hari, dengan jam operasional 8 pagi sampai 5 sore dan tiket masuk 1.300 Yen all in


Penampakan kuil Toshogu yang diambil dari sini 
Ukiran Three Wise Monkeys di salah satu bagian kuil, gambar dari sini
Rinnoji

Kuil kedua, yaitu Rinnoji dibangun oleh Shodo Shonin, biksu yang menyebarkan ajaran Buddha di Nikko pada abad ke-8. Di kompleks kuil Rinnoji, Sambutsudo adalah yang terbesar. Sayangnya, Sambutsudo masih dalam proses renovasi dan baru selesai pada 2019. Di area Rinnoji juga terdapat taman cantik Shoyo-en yang pasti sungguh instagrammable. Ah... 

Sama seperti Toshogu, Rinnoji juga buka setiap hari. Harga tiket masuk beda-beda yaitu 400 Yen untuk Sambutsudo, 300 Yen kalau mau ke Treasure House dan Shoyo-en Garden.

Kuil Sambutsudo, sabar-sabar ya nunggu renovasinya kelar. Gambar dari sini. 

Futarasan 

Kuil tertua di antara yang lain, sama seperti Rinnoji Futarasan juga didirikan oleh Shodo Shonin. Umurnya? Coba hitung deh kalau Shonin membangun kuil ini pada tahun 782 kira-kira sekarang udah berapa ratus tahun ya? *ambil kalkulator*

Futarasan bisa dikunjungi setiap hari dengan HTM 200 Yen (area tertentu). 

Futarasan, gambar dari sini lho

Nikko Botanical Garden

Nama lainnya Nikko Shokobutsuen dan merupakan taman yang dikelola oleh University of Tokyo. Kelihatan terawat banget dan cantik ya? Nikko Botanical Garden juga menjadi area riset mahasiswa, di dalamnya ada sekitar 1.500 spesies tanaman. Wah.... seandainya hutan UI juga sekece ini! Dengan jarak hanya 30 menit jalan kaki dari Toshogu, tempat ini layak masuk itinerary kamu. 

Untuk bisa menelusuri keindahan Nikko Botanical Garden kamu akan dikenakan biaya sebesar 400 Yen. Hindari berkunjung ke sini di hari Senin yang merupakan jadwal tutup kebun raya. 

Nikko Botanical Garden dengan 1.500 spesies tanaman, gambar dari sini

Tamozawa Imperial Villa

Kalau di Jogja kita mengenal kompleks istana kesultanan, nah di Nikko juga ada yang mirip. Tamozawa Imperial Villa alias Tamozawa Goyotei ini didirikan pada 1899 dan menggabungkan arsitektur Edo dengan Meiji *bolak-balik buku sejarah lagi*. Dulunya, Tamozawa ini adalah hunian para keluarga kaisar. Baru setelah tahun 2000, Tamozawa Goyotei dibuka untuk umum. Kapasitas ruang di sini ada 106 kamar, gede yah?

Untuk bisa mengunjungi Tamozawa Goyotei kamu cukup membayar 510 Yen. Oh ya, tempat ini tutup di hari Selasa, jadi cek kalender sebelum kamu berkunjung. 


Tampak luar yang kental banget nuansa Jepangnya, gambar dari sini
Interior Tamozawa ini mencerminkan pembauran barat dan budaya Jepang, gambar dari sini

Tentu saja Nikko juga punya wisata alam yang terlalu cantik untuk tidak dilirik. Menurut temen saya, Ivan Prakasa yang sekarang mukim di Jepang, Nikko adalah kota pemandangan yang keindahannya melebihi Tokyo di musim gugur. Meskipun begitu, kayaknya menikmati winter di Nikko juga seru ya? 

Trus gimana caranya bisa sampe Nikko? Ada banyak jalan menuju Nikko dari Tokyo yang bisa kamu pilih sesuai bujet tentunya: 

  • Tobu Railways dari stasiun Asakusa, menempuh dua jam perjalanan berbiaya sekitar 1.360 Yen. Tobu juga menawarkan pilihan Kegon (kereta ekspres dengan waktu tempuh lebih cepat, 105 menit saja). Siapkan bujet 2x dari Tobu Railways biasa kalau mau naik Kegon ya =D 
  • Limited express train dari stasiun Shinjuku, hanya untuk pemegang JR East Pass dan JR Tokyo Wide Pass.  
  • Japan Railways (JR), hanya untuk pemegang JR Pass, JR East Pass, dan JR Tokyo Wide Pass dan berbiaya 5000 Yen sekali jalan dan makan waktu 100 menit saja. 

Akses ke Nikko dari Tokyo lewat jalur kereta

Belum lengkap travelling tanpa jajanan seru ya? Sebagai penyuka wisata budaya, tentu saja yang menarik buat saya adalah kuliner khas di tempat tersebut. Jajanan apa yang bisa dinikmati di Nikko? Ternyata, makanan khas Nikko nggak terlalu asing di lidah saya. Namanya yuba alias kulit tahu (kalo di sini populer dengan sebutan kembang tahu yang biasa jadi campuran capcay atau timlo). Yuba biasanya disajikan jadi nasi kepal alias rice ball dan konon, yuba rice ball terenak di Jepang ada di Nikko! 

Nasi kepal yuba

Selain yuba, di Nikko kita juga bisa menikmati shimotsukare, makanan khas yang dibuat dari kacang kedelai. Belum kebayang gimana rasanya, jadi penasaran kan?

Shimotsukare, resep turun temurun dari generasi ke generasi
Udah pengen ke Nikko? Sama! Nggak perlu risau *tsaaaah* karena untuk bisa menjejakkan kaki di negeri matahari terbit ini kamu bisa mengandalkan HIS yang menyediakan layanan wisata untuk individu maupun rombongan.  BTW kalau kamu pengen banget ke Jepang, mereka punya program HAnavi yang menyediakan tiket penerbangan + hotel murah meriah penuh gairah. Cek-cek website-nya deh, harganya lumayan terjangkau juga, nabung! Nabung! *cambuk diri sendiri*. Like juga fanpage-nya di sini biar teteup kekinian dengan info-info terbarunya ya. 

Trip kamu ke Jepang juga bisa dibayarin HIS lho, ikutan aja lomba blog-nya. Mumpung masih ada waktu, langsung aja berselancar buat menggali info sebanyak-banyaknya. Sementara saya menyiapkan diri wardrobe dari winter collection di lemari dulu =D 
Ikuti Present Campaign HIS Winter Tour Blogging Competition


Share on Google Plus

About Retno Wulandari

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

7 comments:

cK said...

Good luck ya Enoooo~

Timothy W Pawiro said...

Waahh ... Nikko!!

Linda Leenk said...

Hoyaaa

e-no: si nagacentil said...

Makasih Chika *tiyum*

e-no: si nagacentil said...

@Timo hooh, ok kan kan kan kan

e-no: si nagacentil said...

@Linda iyaaa akoh klik dari blog kamoooh

ari.althafunisa said...

Ahaahaa.. keyeeen go Nikko go.. moga menang lomba.. n pas wardrobe nya udah kumplit buwat winter.. nagacentil bisa ketemu nagaliong..