tak perlu kaya untuk membantu

kenapa harus menunggu menjadi kaya untuk bisa membantu?
beberapa teman yang saya kenal penolong, utamanya membantu kalangan tak berpunya, justru berasal dari kalangan yang tidak bisa disebut berlebihan secara materi. berikut sebagian di antaranya.

ada seorang ukhti yang saya kenal dari milis islam, getol banget menggalang dana untuk pengobatan anak gak mampu. alhamdulillah, dari hasil 'nodong' sana-sini, ukhti asal timur pulau jawa ini beroleh rupiah dengan nominal 7 digit. meski secara personal tidak terlalu dekat, saya yakin ukhti ini bukan seorang ukhti yang kemana-mana diantar bmw seri tujuh, apalagi jaguar. maaf kalau salah yaaaa... *nama mbak ukhti ga saya sebut soalnya belum ijin hihihi f(^_^,)

yang kedua, sebut saja putu, asal bali. mengantongi ijazah sarjana dari perguruan tinggi papan atas di indonesia, tak menjadikan lajang ini jumawa untuk berkantor di gedung bertingkat ibukota. sebaliknya, dara berjilbab ini memilih mengayomi sejumlah anak tak mampu di sebuah kota di jawa barat. bermodal kemampuan bahasa inggris yang sangat baik, belasan anak berortukan pengangguran atau berpenghasilan pas2an ditulari kemampuan berbahasa dunia tersebut. dilihat dari latar belakang keluarganya, putu yang sejak kecil tak berayah ini juga bukan keluarga sangat mampu.

ketiga, ada salah satu sahabat saya yang bisa dibilang jauh dari kaya raya. betapa tidak, yatim yang kini tengah menunggu kelahiran buah hatinya ini ketika lajang justru terbiasa dengan puasa ketika menyadari tak ada lagi cukup rupiah untuk mengganjal perut. meski demikian, tentu saja sahabat saya ini enggan tinggal diam ketika ada seorang tetangga dekat tempat tinggalnya yang diceraikan suaminya karena enggan menukar aqidahnya. mantan suami si janda ini, kembali ke agama aslinya dan meninggalkan dua--cmiiw--anak usia sekolah yang masih sangat butuh biaya. yang dilakukan sahabat saya adalah, mencarikan dana untuk menyambung sekolah kedua anak tersebut dan mengusahakan pekerjaan agar si ibu tak lagi menjadi beban bagi tetangga yang lain, selama ini tak jarang si ibu mendapat hutangan.

ada banyak upaya untuk membantu sesama, tak melulu berwujud materi. kalau harus nunggu jadi jutawan, entah kapan bisa berbagi? apalagi biaya hidup yang semakin naik grafiknya itu, tak pernah menyisakan peluang untuk kita-kita para pekerja menjadi kaya...

...sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi sesama....
Share on Google Plus

About Retno Wulandari

Cerdas, ceriaa, centil
    Blogger Comment

0 comments: